Sumintarsih

Mengajar di SMP Al Irsyad Purwokerto...

Selengkapnya
Mari Menjadi Cermin

Mari Menjadi Cermin

Kalau dalam kehidupan nyata sebuah cermin bisa berbicara, mungkin dia termasuk makhluk paling jujur di dunia. Mengapa? Karena cermin akan memberikan apa yang senyatanya ada. Cermin akan memantulkan bayangan persis apa pun yang berada di depannya, asli, apa adanya, tidak berubah, bahkan tidak ada yang disembunyikan dan tidak dibuat-buat (tentu saja bukan cermin rusak). Justru protes kadang muncul dari orang yang becermin (penulisan benar, bukan bercermin). Tidak percaya bahwa dirinya berjerawat, sudah beruban, kurang cantik, atau yang lainnya.

Ah, mungkin lebih menarik langsung saja kita simak pelajaran dari sebuah cermin berikut ini.

Rasulullah pernah berkata, ” Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.“ Mengapa menjadi cermin? Karena cermin memantulkan bayangan persis benda asliya. Jika kita bisa menjadi pribadi baik, orang-orang sekitar kita pun menjadi baik. Pribadi yang baik insyaallah memantulkan kebaikan pula.

Dari sebuah cermin, saya mempunyai satu kalimat kunci yang sederhana yaitu “Mari menjadi cermin dan selalu becermin”.

Menjadi cermin (menjadi teladan tidak tinggi hati)

1. Jujur dan dapat dipercaya/amanah

Cermin selalu jujur menampakkan persis benda di depannya. Kita percaya dan tidak protes kepadanya, kan? Misalnya kerudung kita miring, spontan kita membetulkannya. Cermin juga tidak pernah sombong atas jasanya telah membantu orang lain menjadi lebih cantik atau gagah.

Rasulullah adalah guru kejujuran bagi umat Islam di samping pemilik sifat amanah dan rendah hati. Banyak kisah yang sering kita dengar bahwa julukan al amin hanya untuknya. Jadi, idola siapa lagi yang patut kita teladani selain beliau? Apalagi pada masa sekarang, setiap hari kita mendapatkan suguhan berita tentang bermunculannya para koruptor. Bila ada ucapan,” mempercayai orang itu sulit, tetapi lebih sulit menjadi orang yang dapat dipercaya”, yakinkan bahwa hal ini justru memotivasi kita menjadi orang yang dapat dipercaya. Berusaha menjadi jujur dan dapat dipercaya agar bisa menjadi cermin atau contoh untuk yang lain. Contoh dalam banyak hal.

2. Terbuka bagi siapa saja dan kapan saja (tidak pilih-pilih)

Cermin tidak pernah menolak siapa pun yang ingin becermin untuk membetulkan pakaian, melihat wajah, bahkan bagi yang latihan pidato. Kapan pun, selama ada cahaya, cermin siap melayani kita.

Islam mengajarkan bahwa Allah tidak memandang siapa dan bagaiamana derajatnya, tetapi yang Allah lihat tingkat keimanannya. Maka, kita pun belajar melihat orang lain bukan dari tampak luar, melainkan hatinya. Bukan pula karena pamrih sesuatu, misalnya mencari teman karena dia kaya, cakep, punya jabatan, dll. Dengan senang hati kita bergaul, menerima, atau membantu orang karena Allah. Bukankah sebaik-baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

3. Amanah menyimpan rahasia

Bagaimanapun keadaan orang yang becermin, buruk atau bau, cermin tidak pernah menyebarkan informasi itu kepada orang lain. Bahkan, tidak ada rekaman siapa yang terakhir becermin, dijamin rahasia tersimpan.

Sangat manusiawi setiap orang membutuhkan orang lain untuk berbagi cerita. Karena lidah tidak bertulang, kadang tanpa sadar, sesuatu informasi yang seharusnya dirahasiakan, terucap kepada orang lain dan ternyata ada pihak yang merasa dirugikan. Hal ini sudah membuktikan dia tidak amanah dalam menyimpan rahasia. Cara belajar amanah bisa dengan mengingat-ingat betul bahwa pesan rahasia tidak untuk dibagikan kepada oang lain. Toh orang lain belum tentu butuh dengan informasi itu, kita tidak perlu repot-repot bercerita, kan?

Selalu becermin (meneladani orang lain dengan rendah hati)

1. Ingin introspeksi diri

Tidak terhitung jumlah kita mendatangi cermin, untuk apa? Tentu karena kita ingin melihat kekurangan kita dan ingin segera memperbaiki diri. Orang super-PD (percaya diri) pun pasti masih selalu becermin.

Kita pun bisa melakukan introspeksi diri dengan menyadari kesalahan dan kekurangan diri setiap hari. Misalnya menjelang tidur kita menghitung keburukan kita dan berjanji esok pagi tidak mengulangi. Atau kita introspeksi diri dengan melihat orang lain. Keburukan dari orang lain tidak kita sukai, kita juga jangan bersikap buruk kepada orang lain. Contoh: bila kita tidak mau dicubit, kita jangan mencubit orang lain. Bila kita senang melihat orang ramah kepada kita, kita pun perlu ramah kepada orang lain.

2. Tidak menyalahkan orang lain

Ketika becermin, tidak pernah kita menyalahkan cermin seperti peribahasa buruk muka cermin dibelah. Kita akan menurut dengan laporan cermin misalnya ada noda hitam di wajah, ada ‘sesuatu’ di mata atau sela-sela gigi kita. Kita tidak akan menyalahkan cermin. Begitu juga kita kadang mendapatkan kritikan, alangkah bagusnya berterima kasih tanpa perlu marah apalagi menyalahkan orang lain. Syukur bila kita bisa memperbaiki diri. Masih beruntung ada yang peduli mau menasihati kita.

Dengan selalu introspeksi diri, insyaallah kita termasuk orang-orang yang selalu menjadikan hari ini lebih baik daripada kemarin, dan esok lebih baik daripada hari ini. Amin.

Rumahku, 17 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Jazakillah, Bu Min. InsyaAllah jika ada yang mengingatkan kita, artinya mereka peduli kepada kita. Bukankah itu sesuatu yang kita harapkan?

17 May
Balas

Alhamdulillah, di pagi awal Ramadhan yang penuh berkah mendapat pelajaran yang sangat bermanfaat. Jazakillah khoir...bunda. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

17 May
Balas

Benar Mb Usrotun. Trim

17 May
Balas

Luar biasa Bu. Kita bisa belajar dari cermin

17 May
Balas

Waiyyaki Bunda Raihana. Salam sukses jg. Amin.

17 May
Balas

Bunda Isminatun...trim.

17 May
Balas

Sangat inspiratif Bu

21 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali