Sumintarsih

Mengajar di SMP Al Irsyad Purwokerto...

Selengkapnya
Mengenal Kalimat Ambigu

Mengenal Kalimat Ambigu

Ke Tegal membeli sagu

Ayo mengenal kalimat ambigu

Setelah kemarin mengenal huruf ‘k’ yang sering hilang, kali ini saya akan mengajak pembaca untuk mengenal kalimat ambigu.

“Ingin memiliki rambut cantik seperti saya?”

Begitulah bunyi iklan sebuah produk sampo di televisi yang dulu sering kita lihat. Lain lagi dengan imbauan dalam sebuah rapat seperti ini, “Yang membawa HP agar dimatikan”. Apakah pembaca sudah menemukan kejanggalan kalimat tersebut?

Ya, dalam kalimat pertama muncul dua pengertian, yang cantik rambut atau saya. Sedangkan kalimat kedua, yang dimatikan HP atau orang yang memiliki HP (sadis sekali ya?). Inilah yang dinamakan kalimat ambigu, kalimat yang bisa menimbulkan makna ganda atau dua pengertian yang berbeda dan bisa menimbulkan kebingungan bagi orang yang membaca atau mendengarkan. Hal ini berarti tidak efektif dan sebaiknya kita hindari. Mengapa demikian?

Kalimat pertama memiliki frasa objek rambut cantik. Objek ini dibandingkan dengan menggunakan kata hubung (konjungsi) seperti. Pembandingnya seharusnya rambut juga. Dengan demikian kalimat efektifnya adalah Ingin memiliki rambut cantik seperti rambut saya?

Kalimat kedua: Yang membawa HP (perluasan dari subjek) agar dimatikan (predikat). Predikat berfungsi menerangkan subjek. Jadi, diartikan bahwa yang dimatikan adalah yang membawa HP bukan HP-nya. Oleh karena itu, perbaikan kalimat kedua adalah

1) Yang membawa HP agar mematikan HP-nya. 2)Peserta agar mematikan HP-nya. Atau 3)Mohon HP dimatikan/disilent. Sangat singkat dan efektif, kan?

Contoh kalimat ambigu yang lain

1)Saya tadi melihat mobil tetangga baru. 2)Dia anak guru yang pintar mengaji. 3) Ibu Tuti pandai menjahit. Pembaca bisa menemukan di mana makna ganda dari kalimat-kalimat tersebut? Bagus.

Nah, bagaimana menghindari penggunaan kalimat ambigu? Hal ini bisa kita lakukan dengan memperbaiki susunan kalimat atau lebih memperhatikan unsur-unsur kalimat terutama subjek dan predikatnya. Baiklah pembaca, saatnya kita tingkatkan rasa peduli berbahasa yang baik dan benar. Sampai jumpa.

(Mencintai kata: Virus dari Bapak Much. Khoiri, Penggerak Literasi, Dosen Unesa – Universitas Negeri Surabaya)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Semoga bermanfaat

08 May
Balas

Sangat bermanfaat bunda. Jazakillah khoir sudah berbagi ilmu. Salam sehat dan sukses selalu. barakallah.

08 May

Sama-sama Bunda....

08 May
Balas

Sama-sama. Kita sdg belajar terus.

09 May
Balas

Terima kasih bu Mien ilmunya

09 May
Balas

Terima kasih, Bunda Min telah memberikan salah satu contoh kesalahan berbahasa Indonesia, insya Allah bermanfaat

09 May
Balas

Mantap. Makasih Ibu, mengingatkan kembali untuk menyusun kalimat dengan benar.

09 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali