Sumintarsih

Mengajar di SMP Al Irsyad Purwokerto...

Selengkapnya
Mencintai Kata dengan Berpantun dan Berkarmina

Mencintai Kata dengan Berpantun dan Berkarmina

(Mencintai kata: Virus dari Bapak Much. Khoiri, Penggerak Literasi, penulis 33 buku, Dosen Unesa – Universitas Negeri Surabaya)

Purwokerto, 13 Mei 2018

Mengenal Pantun dan Karmina

Pantun merupakan salah satu sastra lisan yang banyak dikenal di Nusantara. Misalnya, di Sumatra dikenal pantun, di Jawa ada parikan, di Sunda ada paparikan. Pantun biasa digunakan untuk saling menghibur, menyindir, mengungkapkan perasaan hati, menasihati, dan lain-lain sehingga dikelompokkan ke dalam pantun jenaka, nasihat, agama, muda-mudi, dll.

Perhatikan dua bait kata-kata berikut:

A. Ibu pulang bawa ikan tuna

Aku senang gabung di gurusiana

B. Naik gunung membawa mentimun

Diminta perempuan berwajah manis

Jangan bingung apalagi melamun

Ayo lanjutkan kita menulis

Apa perbedaan dari kedua bait tersebut? Ya, benar. A lebih singkat daripada B. Inilah yang disebut dengan pantun kilat atau karmina untuk A dan pantun untuk B. Ingin tahu pebedaannya?

Karmina atau dikenal dengan nama pantun kilat adalah pantun yang terdiri dari dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua sebagai isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya digunakan untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung. Contoh:

Kura-kura dalam perahu

Pura-pura tidak tahu

Sedangkan pantun merupakan sejenis puisi yang terdiri atas 4 baris bersajak a-b-a-b, a-b-b-a, atau a-a-b-b (yang umum dipakai a-b-a-b). Dua baris pertama merupakan sampiran, dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut. Satu baris terdiri dari 4-5 kata, 8-12 suku kata.

Karmina dan pantun sering digunakan sekadar untuk bercanda, seperti yang sering kita dengar dalam iklan atau acara-acara lain di televisi. Namun,yang sering kita temukan adalah karmina karena lebih pendek dan lebih mudah menyusunnya

Bagaimana ketentuan membuat karmina atau pantun?

KARMINA

Di akhir kata setiap baris karmina harus memiliki rima/bunyi akhir dengan pola a-a (sama)

Contoh:
satu dua tiga dan empat –> at (vokal a) = (A, pola bunyi baris pertama)

ayo kita tetap semangat –> at (vokal a) = (A, pola bunyi baris kedua)

PANTUN :

Di akhir kata setiap baris pantun harus memiliki pola a-b-a-b (pola yang resmi), contoh:

Kue pukis di atas loyang –> yang (vokal a) = (A)

lima ratus dapat sebiji –> ji (vokal i) = (B)

jangan menangis adikku sayang –> yang (vokal a) = (A)

lebih bagus ikut mengaji –> ji (vokal i) = (B)

Sekarang kita mulai membuat karmina atau pantun:
Kita buat dulu bagian isi kemudian dilengkapi sampiran dengan kata-kata yang memiliki bunyi akhir sesuai. Biasanya sampiran berupa flora fauna atau peristiwa sehari-hari. Seperti:

….

….

Hati senang dan gembira

Banyak sahabatku yang perhatian

Kira-kira bagaimana sampirannya?

Tinggi terbang si burung dara

Melesat ke bawah kayu titian

Hati senang dan gembira

Banyak sahabatku yang perhatian

Apa yang menarik dari percakapan dengan disisipi pantun? Selain lebih akrab, pantun lebih mengundang minat lawan bicara untuk mengetahui maksud pesan yang akan kita sampaikan. Tentu saja sebaiknya kita menghindari pantun yang ditujukan untuk bercanda melampaui batas apalagi saling menghina, hal ini tidak Islami. Dengan berpantun, kreativitas berbahasa akan terasah, terutama spontanitas kita menemukan kata-kata yang tepat dalam menyesuaikan sampiran dan isi pantun. Apalagi kalau sudah pada taraf berbalas pantun.

Pulang sekolah naik delman

Nikmat terasa seperti berayun

Baiklah pembaca yang budiman

Selamat mencoba membuat pantun

Purwokerto, 13 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Alhamdulillah, jazakillah khoir dapat ilmu yang bermanfaat. Nah...bunda, ni ada : Buah nenas, buah timun. Buah mangga buah pepaya. Ngerujak yuk. Hehehe....ni namanya apa bunda? Pantun ngawur ya...bun. Salam sehat dan sukses selalu. barakallah.

13 May
Balas

Trims bunda....boleh tuh...ngerujaknya....

13 May
Balas

Ajar olah kata bun ?

13 May
Balas

Betul pak...

13 May
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali