Sumintarsih

Mengajar di SMP Al Irsyad Purwokerto...

Selengkapnya
Pesan Raja Ali Haji

Pesan Raja Ali Haji

Menjadi pengawas pelaksanaan SBMPTN 2018, mengundang pertanyaan besar dalam benakku. Di kelas semua peserta bisa tenang mengerjakan soal demi soal. Tak ada satu pun peserta yang mengusik peserta lain walaupun hanya meminjam karet penghapus.

Ya, alasan yang paling mudah ditebak karena mereka tidak saling mengenal. Para peserta adalah siswa SMA yang baru saja lulus atau lulus tahun sebelumnya. Mereka dari sekolah dan daerah yang berbeda. Ada rasa malu dan gengsi itu sudah pasti. Ditambah lagi, adanya kode soal yang berbeda.

Apa lagi? Adanya ancaman peserta tidak akan diproses dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru. Ini yang menjadi perhatian utama. Dengan demikian, SBMPTN adalah sebuah perjuangan untuk nama baik dan nasib baik para peserta.

Ah, jadi membandingkan. Mengapa ujian di sekolah setingkat SD sampai SMA kita masih sering mendengar dan melihat langsung, siswa belum tertib? Mungkinkah alasan tidak ada ancaman? Bila tidak tertib, nilai siswa tidak akan diproses. Ancaman seperti ini memang kadang menjadi bumerang bagi guru.

Bila tidak perlu mengancam, pertanyaan berikutnya: Sejauh mana guru secara kompak mengusahakan dan menanamkan kepada siswa arti kejujuran? Hal ini menyangkut penanaman karakter KEJUJURAN yang memang terasa sangat berat untuk ditegakkan di bumi Indonesia.

Kejujuran siswa dalam mendapatkan nilai ujian adalah hal penting yang tidak bisa dianggap sepele. Budaya yang siswa dapatkan selama di sekolah adalah budaya yang terekam dalam hati dan pikiran mereka sampai kelak dewasa. Budaya malu menyontek mungkin sudah hilang. Rasa takut kepada Tuhannya, mungkin juga sudah tidak ada.

Sejenak mengingat kembali hadis yang artinya “Malu itu sebagaian dari iman” (HR Muttafaq alaih). Bahkan dalam Alquran surat Fushilat : 40 terdapat pesan, “Lakukanlah apa yang kamu kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha melihat yang kamu kerjakan.” Adapun dalam Gurindam Dua Belas pada pasal VIII, Raja Ali Haji juga berpesan “Barang siapa khianat akan dirinya, apalagi kepada lainnya.” Dengan diri sendiri saja tega berbohong (mendapatkan nilai tidak asli), apalagi berbohong kepada orang lain, tentu akan lebih mudah. Biasanya membohongi diri sendiri itu jauh lebih ingat dan melekat, sedangkan membohongi orang lain hanya ingat sesaat terus lupa.

Siswa tidak akan mengenal dengan baik pesan dan nasihat di atas, tetapi sang guru yang sepatutnya terus mengingatkan dan sabar mengawal. Bukankah wajah masa depan Indoneisa berada di tiap-tiap kelas? (Sambutan Anis Baswedan dalam peringatan Hari Pendidikan saat menjabat sebagai Menteri pendidikan)

Apabila siswa mendapatkan budaya yang kurang sehat di sekolah (termasuk di rumah), hal ini pula yang menjadi cikal bakal adanya praktik kecurangan setelah seseorang memasuki dunia kerja, dunia orang dewasa.

Wah, jadi ada ide baru, mungkinkah untuk pelaksanaan ujian akhir sekolah dilaksanakan acak seperti SBMPTN? Siswa belajar malu bila menyontek teman dari sekolah lain. Bisa jadi batal ujian karena stres ya? *

Purwokerto, 10 Mei 2018

*Pendidik di SMP Al Irsyad Purwokerto

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mudah-mudahan dengan kita selalu mengingatkan, kejujuran akan selalu ada pada diri anak-anak dan terutama kita...nijh bunda. Bunda, mawar kuningnya bagus banget, bunga favorit saya lho. Jazakillah khoir, salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

10 May
Balas

amin... terima kasih bunda....

10 May
Balas

Bunganya beli saja, di toko bunga banyak, awet pula, ga perlu disiram. he..he...

10 May
Balas

Nakal...ya..., bunda...hehehe.

10 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali